Drama Sekolah (Tobatnya Preman Sekolah)

pertama tama saya ucapkan ...bismilahhirohmannirohin...


Tema : Religi
Judul : Tobatnya Preman Sekolah
Penokohan :
1.Ahmad nur fuadi                                                  (kasar)
2. arianto agung                                                       (kasar)
3. ade nur fitriani                                                      (penyabar)
4. della mutia sari                                                    (sombong)
5. siti Fatimah                                                           (lemah lembut)
6. mutia                                                                      (baik)
7. ihsan ismail                                                          (sombong)
8. yudi attahrim                                                        (sombong)
Sinopsis
Pagi hari, dua preman sekolah bersiri di depan pintu kelas. Mereka adalah Ahmad dan agung. Hampir dari seluruh siswa serta guru yang ada takut pada mereka berdua. Mereka sangatlah sering membuat onar di sekolah. Mereka sering memeras uang teman- temannya. Ihsan, della dan yudi adalah sasaran utama ahmad dan agung, karena mereka bertiga adalah anak- anak orang kaya yang ada di sekolahan mereka.
Tidak hanya itu, selain diperas uang,mereka bertiga juga sering sekali dikerjai oleh ahmad dan agung. Perbuatan Ahmad dan agung ini membuat murid- murid di sekolah membenci dirinya. Ahmad sebagai ketua geng sangatlah popular di sekolahnya karena saking seringnya dia keluar dan masuk ruang BK.
Ahmad ini adalah seorang anak dari keluarga tidak mempu. Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia kecil dan sekarang ia hanya tinggal dengan ibunya di sebuah rumah kontrakan kecil. Perbuatan Ahmad yang liar tak terkontrol ini membuat ibunya sering sakit sakitan. Ahmad sering kali memerahi ibunya karena hal sangat sepele dan membuat ibunya sakit hati tetapi mesekipun begitu ibunya tetaplah sabar ia selalu berdoa agar anaknya berubah menjadi anak yang baik dan sholeh.
Suatu hari saat ia  pulang sekolah bersama agung. Ia melihat banyak sekali orang orang yang berkumpul di rumahnya. Sebelumnya ia beranggapan kalau orang orang sedang mengadakan arisan rutin di rumahnya. Ia berpikiran setelah acara itu ia akan mengambil uang arisan tersebut untuk dibuat berfoya foya. Tetapi setelah ia masuk kedalam rumah. Betapa kagetnya dia melihat seorang wanita tua tergeletak tak berdaya di depan dirinya. Ia semakin histeris ketika mengetahui kalau wanita itu adalah ibunya.
Sejak kematian ibunya, Ahmad bertekad akan  menjadi anak yang baik dan dapat diandalkan oleh orang lain. agung pun mengikuti jejak Ahmad.  Mereka tidak pernah lagi berbuat onar di sekolah. Lalau mereka berdua meminta maaf kepada teman temannya. Seluruh temannya begitu kaget  dan tidak bisa memaafkan begitu saja, ternyata mereka bukannya malah bersyukur karena premen yang ada di sekolah mereka telah insyaf tetapi mereka malah ingin membalas dendam, terutama ihsan,yudi, dan della yang setiap hari dikerjai olehnya. Setiap hari cacimaki dan olok-olok dari teman-temannya bertubi-tubi kepada agung dan Ahmad.  Tetapi dibalik itu semua ada seorang cewek yang malah menghibur mereka berdua.
Suatu ketika, Ahmad dan agung ini bertekad menjadi siswa terbaik se-kabupaten dengan memiliki nilai UNAS terbaik. Ketika teman teman-temannya tahu, mereka tertawa terbahak bahak. Mereka semua tidak percaya tetapi mereka berdua tidaklah putus asa. Hingga akhirnya karena rajin belajar ahmad dan agung menjadi siswa terbaik se-kabupate sedangkan yudi, ihsan dan della hanya meratapi nasib mereka karena tidak lulus. Akhirnya setelah yudi, ihsan dan della merasa bersalah mereka memutuskan untuk meminta maaf kepada ahmad dan agung. Dan akhirnya mereka pun saling memaafkan.
Alur : progresiv/maju
Tempat :
-rumah kontrakan
-Sekolah
-Jalan
Waktu :
-Pagi hari
-siang hari
-Sore hari
Suasana :
-menegangkan        -bahagia        -sedih
Tobatnya Preman Sekolah
Pagi pagi preman sekolah sudah membuat masalah . Mereka adalah Ahmad dan agung. Didepan pintu kelas, setiap orang yang mau masuk kelas harus membayar uang kepada Ahmad dan agung jika mereka tidak ingin mendapat sebuah pukulan dimuka mereka. Dari kejauhan, tiga anak pejabat tinggi sedang berjalan menuju dalam kelas. Mereka adalah ihsan, della dan yudi. Ahmad dan agung telah menunggu mereka dari tadi.
ahmad              : “ Hey! Apa kabar para pejabat cilik?(menghadang jalan mereka bertiga) buru buru y?    kenapa buru buru sih santai aja lah? (memeluk Rukmam) kita main main aja dulu dulu, bener ga Rud?”
agung                   : “ Bener ntuh, lagian bel masuk kan masih lama.”
ihsan          : “Kenapa nih? Kenapa loe berdua hadang jalan kita berdua?”
agung                   : “Pura pura ga tau atau loe emang ga tau ya? Nih kan daerah kita berdua. Loe pada sebagai  pendatang harus bayar pajak dunk sama kita kita. “
yudi                    : “Aturan nenek loe ya kali? Ini kan sekolahan ga ada pajak pajak an tau? Emang nih sekolahan punya nenek loe y? gue aja yang nyumbang banyak begini ga pernah narik pajak kayak loe berdua? Eh, loe berdua bocah ingusan dari kolong jembatan mau bertindak aneh aneh? Malas gue bayar?
agung                   : “ Apa loe barusan bilang? Bocah ingusan. Oke, jadi loe mau bayar ga nih. Gue tanya sekali lagi?”
yudi                    : “ Bayar? Malas y mending uang gue buat beli bakso 10 mangkok dari pada buat loe pada.”
agung                   : “Jadi gimana bos? (menoleh ke arah Abduh)
Ahmad              : “ (berjalan ke arah Rico dan memegang kerahnya) heh, gentong. Loe jangan sok berani main main sama kita berdua y? ini tanah emang bukan tanah nenek gue tapi ini daerah kekuasaan gue. Loe, sebagai pendatang mau ga mau harus bayar. Ya! Ga apa apa sih kalo le bertiga ga mau bayar, lagian hari ini kita juga belum punya kelinci percobaan.”
agung                   : “ loe berdua mau bayar kagak?” (kata rudi pada Vera dan Rukmam)
della                  : “Okey, gue mau bayar. Asal loe berdua mau lepasin kita bertiga.”
Ahmad              : “Loe berdua boleh masuk setelah bayar tapi untuk si gentong nggak. Kita mau main main dulu ama dia. loe keberatan?”
della                  : (berbisik kepada Rukmam) “Gimana mam, kalo kita ga biarin Rico bersama mereka bisa bisa kita bernasib sama kayak mereka ntuh.”
ihsan          : “okey, loe bisa bawa Rico”
Ahmad              : “Okey”
della                  : (mengeluarkan selembar uang 10 ribuan dari dompetnya) “Nih, duitnya!” (menyerahkan uang itu pada rudi)
agung                   :  “Hah (mengatakan dengan nada tak percaya) “10 ribu ,ini ma duit cuma buat beli penthol lah gimana dengan uang makannya? Loe kan anak pejabat minim uang saku kan 100 ribu. Kurang?”
ihsan          : “Gue aja deh yang bayar”(mengeluarkan uang 100ribu dari dompetnya).
agung                   : (mengambil uang 100ribu tersebut dengan cepat dari tangan Rukmam) “Ini baru duit. Nah sekarang kalian boleh masuk”.
ihsan          : (berjalan masuk kalas sambil menengok Rico) “ sorry, co!! gue kali ini ga bisa bantu.”
della                  : “Sorry, gue kali ini juga ga bisa bantu.”
Ahmad              : “Rud, enaknya kita apain nih anak yang satu ini?”
agung                   : (berpikir sejenak) “Di ceburin di kolam ikan sekolahan aja, habis ntu di coreng coreng pake arang and disuruh nari ballet di depan anak anak. Pasti nanti ntu heboh banget. Hahahahahahaah” (ketawa terbahak bahak)
Ahmad              : “wkwkwkwk, oke laksanakan bro. tumben otaklo encer”
yudi                    : “Waduh, jangan deh rud. Nanti kalo gue pulang trus sakit gimana? Gue bisa di marahin mami gue habis habisan? Ampuni gue duh?”
Ahmad              :  “Tak ada ampun lagi buatmu, dasar gentong”
Akhirnya setelah mengerjai yudi habis- habisan. Ahmad dan agung bukannya masuk kelas tapi bolos sekolah. Mereka pergi ke tempat diskotik dan menggunakan uang yang mereka dapatkan tadi  buat minum minuman keras. Hingga mereka berdua mabuk di tengah jalan. Kesedokan harinya mereka baru pulang kerumah masing masing. Ahmad telah ditunggu dari tadi malam oleh ibunya.
Ibu Syaroffah   : “Dari mana aja kamu nak, kenapa baru pagi ini kamu barusan pulang?”
Ahmad                :” Sudahlah bu ga usah dipikirin. Males aku ngebahasnya.”
mutia                 : “kakak, tidak oleh seperti itu.
Ahmad                          : alah kamu……ga usah ikut campur.
Ibu Syaroffah   :” Ya sudah sekarang masuk yuk, kamu pasti laper kan? Sudah ibu siapin tuh sarapan ntuh. Makanan kesukaan kamu.”
Ahmad                :” Ga ah, Abduh masih kenyang kok. Sekarang Abduh minta duit aja? Cuma 500 ribu aja. Males aku di rumah ngeladeni ibu yang ngomel terus mending Abduh pergi sama temen temen. Udah cepet?” (nada membujuk kasar)
Ibu Syaroffah   : “500 ribu katamu? Uang dari mana ibu dapat uang sebanyak itu. ibu kan hanya seorang penjual jamu keliling.”
Ahmad                : “ Pokoknya Abduh ga mau tau, sekarang Abduh mau uang itu. cepetan?”
mutia                 : kakak tidak boleh memaksa ibu seperti itu!
Ahmad                          : ini lagi anak kecil ga usah banyak bacot!
Ibu Syaroffah   : “ sudah kalian jangan bertengkar, Ibu ga punya uang sebanyak itu nak?”
Ahmad                : “Enggak, ibu pastii nyembunyiin sesuatu dari Abduh. (berjalan menuju kamar ibunya)”
Abduh lalau membongkar seluruh isi kamar ibunya. Setelah beberapa  lama ternyata dia menemukan sebuah cincin.
Ibu Syaroffah   : “Jangan, jangan kau ambil cincin itu nak, itu adalah cincin peninggalan ayahmu ketika ibu menikah dulu.” (sambil merebut)
Ahmad                :” Argh…. Dasar orang tua bawel. Sudah Abduh mau pergi dulu.” (mendorang ibunya hingga jatuh ke lantai)
mutia                 : kak abduh jangan kasar sama ibu, kakak jahat sudah mendorong ibu!
Ibu Syaroffah   : “ Jangan Abduh, jangan kau jual cincin peninggalan almarhum bapakmu itu. Ibu mohon, ibu mohon nak”( mengejar sambil menangis)
mutia              : ibu yang sabar  ya, aku bantu ibu berdiri.
Ahmad meinggalkan ibu dan adiknya begitu saja. Layaknya ia tidak mengenal ibu dan adiknya lagi. kemudian ia pergi ke pasar untuk menjual cincin itu. Lalu ia menelpon agung.
Ahmad                : “Halo, gung. Loe lagi ngapain?”
agung                     : “ Gue lagi tidur tiduran aja, bosen gue ga ada kerjaan.”
Ahmad                : “Bagus kalo begitu, loe sekarang ikut gue ke diskotik kita minum minum sepuasnnya disana nanti. Nyante aja gue yang mbayarin kok”
agung                     : “Hah… uang dari mana loe bisa traktir gue?”
Ahmad                : “Udah, loe jangan banyak bacot. Loe cepet kesini. Gue udah di depan rumah loe.”
agung                     : “Okey, bos”
Akhirnya mereka pun pergi bersama ke diskotik hingga larut malam. Setelah puas seharian di diskotik akhirnya mereka berdua pulang ke rumah masing masing. Mereka pulang dengan keadaan mabuk berat. Ahmad sempat mutah beberapa kali. Begitu pula dengan agung. Ibu syaroffah yang stres melihat anaknya berubah menjadi nakal seperti itu. Pada waktu itu beliau masih memakai mukena  dan masih berdoa di kamarnya.
Ahmad                : “Ibu!!!… ibu!!! Abduh, anak ibu pulang nih” ( masuk nyelonong dan bicara dalam keadaan mabuk)
Ibu Syaroffah   : “ Kamu ini kenapa tho le? Kenapa kamu bisa mabuk mabuk an seperti ini”
mutia                : kakak mabuk-mabukan lagi?
Ahmad                :” Agh…. Pasti bawel, anak pulang bukannya di sambut dengan ceria malah diomeli. Anak muda zaman sekarang ntu ga ada yang di nasehati. Ini lagi anak kecil banyak bacot! Eh.. ibu hobinya comel mlulu… bosen bu.” ( bicar sambil marah)
mutia                 : kak abduh tidak boleh berbicara kasar seperti itu sama ibu, dia sudah banting tulng mancari uang untuk kebutuhan kita sehari-hari.
Ahmad                         : alah banyak bacot! Selesai berbicara adbuh pun mengangkat tangan kanannya untuk menapar adiknya, dan ditepis oleh ibunya.
Ibu syaroffah   :” Astagfitullah…. Nyebut nak nyebut, kamu tidak bpleh ingin menampar adikmu sendiri. Sekarang kamu mandi dulu sana dan ganti pakaian? Habis itu jangan lupa shalat isya’,  ibu sudah lama ga pernah lihat kamu sholat lag ntuhi.”
ahmad               : “ Aduh!! Ibu ini, bawel lagi… bawel lagi. Tak bilangin ya bu, sekarang ntu dunia udah berubah, ga butuh shalat. Shalat itu ga bisa datengain kita uang. Cuma buang buang waktu aja. Kayak kita ini miskin trus. Udah ahg… dari pada dengerin ibu yang bawelnya minta ampun Ahmad mau tidur dulu aja.” ( berjalan menuju kamar dengan menclang menclong)
Ibu Syaroffah   : “ Astagfirullah Abduh…. Kenapa kamu bisa berubah kayak begini nak? Hati hati kalo jalan. Sini biar ibu bantu kamu masuk ke kamar.”
Ahmad                : “ aghr….(mendorang hingga ibunya terjatuh) ga usah sok meratiin. Abduh bisa jalan sendiri. Abduh ga perlu ibu miskin seperti ibu.”( membentak)
mutia                 ; ibu yang sabar ya bu.
Ibu syaroffah               : iya sarah ibu akan selalu sabar atas sikap kakak mu itu.
Kelakukan Ahmad semakin hari semakin menjadi jadi. Ia tidak hanya berani pulang dengan mabuk tetapi sekarang dia sudah berani membawa cewek main keluar masuk rumah. Ibunya pun sakitnya semakin parah. Hingga suatu hari, sepulang sekolah Ahmad pulang kerumah ingin meminta uang  kembali pada ibunya. agung berada di balakannya. Betapa kagetnya dia ketika melihat banyak orang tengah berkumpul di rumahnya.
agung                     : “Apaan ntuh, kenapa di rumah loe banyak sekali orang. Masak orang orang lagi demo gara gara ibu loe ga bisa bayar cicilan utang?”
Ahmad                : “ Ngawur aja loe ( mendorong kepala rudi) mungkin sedang ada arisan ibu ibu kali.. wah ini kesempatan bagus ntuh, gue bisa minta uang lebih dari ibu gue.kalo begitu ayo cepetan kita kesana”
Setelah masuk rumah, Betapa kagetnya dia melihat seorang wanita tua tergeletak tak berdaya di depan dirinya. Ia semakin histeris ketika mengetahui kalau wanita itu adalah ibunya. Ahmad pun tak percaya dan berjalan mendekati ibunya. Ia pun berlutut di depan mayat ibunya dan meminta maaf atas semua yang pernah ia perbuat. Ia menangis sejadi jadinya.
Ahmad                :” Hiks….. hiks….. bu… maafkan aku bu… kenapa ibu lebih dulu meninggalkan Abduh?… Abduh tak sanggup untuk hidup sendirian. Bu…. Kenapa ibu harus mati… maafkanlah kesalahanku selama ini… bu… selama ini Ahmad telah menjadi anak yang durhaka. Ahmad jaji kali ini Ahmad akan berubah menjadi anak yang baik dan sholeh seperti yang ibu inginkan, dan aku berjanji bu akan menjaga mutia dengan segala kemampuan ku” (menangis tersedu-sedu)
mutia                : kak ibu sudah pergi untuk selamanya, (menangis sambil berbicara)
agung                     :” Sudahlah duh, biarkan yang tejadi berlalu….”(belum selesai ngomong)
Ahmad                : “ argh….. biarkan aku sendiri.”
Sejak saat itu, Ahmad dan agung berubah total, ia tidak pernah lagi membuat onar di sekolahnya. Ia menjadi anak yang sangat pendiam dan rajin belajar. Seluruh temannya begitu kaget. Mengapa Ahmad dan agung bisa berubah? Tetapi ternyata banyak dari teman temannya yang memanfaatkan hal ini untuk membalas dendam terutama yudi, ihsan dan della.
yudi                      :”Cuih, preman sekolah ternyata bisa tobat ya, apalagi preman kayak loe berdua. Angin dari mana yang bisa membuat loe berdua bisa tobat kayak begini”
Vdella                    : “Paling-paling juga besok sudah menjadi preman lagi yang paling ganas, tapi yakin aku ga akan takut lagi ama loe berdua.”
ihsan            : “Shit, loe berdua mau berubah. Jangna ngaco loe pada. Gue ga akan percaya selamanya kalo loe berdua bisa berubah mendai anak yang baik.”
ade                     : “Kalian ini, gimana sih? Mereka ini mau berubah malah di olok olok ini kayak begini. Orang yang niatnya baik itu hasunya di sukung sunk jangna malah di olok olok ini kayak gene.syukur syukur kalo dia tidak kembali seperti dulu.”
della                    : (mendorong pundak Laila) “ Eh… Loe ntu, jadi cewek jangan munafik deh, loe ntu sebenarnya juga punya dendam pribadi kan ama mereka berdua? Ga usah di tutup tutupi kayak gene. Munafik loe!”
Ahmad                : “Sudahlah de, tak usah kau hiraukan mereka. Mereka memang pantas kok melakukannya, aku memang yang salah kok. Untuk itu aku mau minta maaf kepada kalian bertiga atas  semua yang telah aku perbuat kepada kalian?”
ade                     :” Tapi mat….”
agung                     : “Ahmad benar, aku juga mau minta maaf epada kalian semua. Da kalian mau kan maafin kiita berdua? Kita tak ingin ada lagi permusuhan di antara kita.”
yudi                      : “ Aku memaafkanmu? Jangan bermimpi deh loe aku aja yang duluminta maaf sambil berlutut aja malah loe kerjain abis abisan. Sekarang loe berdua malah minta maaf ama gue tanpa rasa salah apapun. Enak banget loe!”
ihsan            :” Bener, yud! gue juga males banget maafin mereka, balikin dulu uang gue… baru loe minta maaf di depan gue sambil sujud, mungkin gue bisa maafin loe berdua”
della                    : “Bener mam, gue juga ga rela maafin mereka sebelum kita bisa membalas semua yang telah mereka lakukan kepada kita bertiga.”
yudi                      : “Sudah kita pergi aja yuk, ngapain kita harus ngurus masalah mereka berdua kayak orang kurang kerjaan aja.”
della                    : “Kita ke kantin aja yuk, gue laper banget nih”
ihsan             : “Ayo” (beranjak pergi)
Ahmad                :”ade, kenapa loe malah mbelain gue waktu mereka bertiga menghina gue. Bukannya kita berdua ini juga sering nyekitin hati loe?”
agung                     : “ Iya, kenapa loe ga ngolok kita berdua. Padahal loe kalo mau kita ga akan balas kok. Silahkan aja!”
ade                     : “Sudahlah, tak usah kalian ungkit lagi masalah yang lalu itu, biarlah yang lalu itu berlalu dengan sendirinya. Lagi pula aku sudah tidak ada dendam lagi kok ama kalian berdua. Malah an aku juga ikut seneng kalian bisa berubah seperti ini.”
agung                     : “Loe emang cewek yang baik de”
ade                     : “Jangan begitu”( tersipu malu)
Suatu ketika, Ahmad dan agung ini bertekad menjadi siswa terbaik se-kabupaten dengan memiliki nilai UNAS terbaik. Ketika teman teman-temannya tahu, mereka tertawa terbahak bahak.
yudi                      :” Hahahaha… jadi loe berdua bertekad mau jadi yang tebaik se- kabupaten. Jangan bermimpi deh loe. Gue aja nih y? anak terpandai satu sekolahan ga pernah ngimpi kayak begitu, karena itu suatu yang tidak mungkin. Loe berdua kan bodohnya minta ampun jangan berharap deh.”
ihsan            : “Gue aja nih y? yang belajar tiap hari ga yakin bisa jadi yang terbaik, ehh… elo yang masih cupu begitu mau jadi yang terbaik. Sadar donk?”
della                    : “Kita aja anak pejabat yang setiap hari les di beberapa LBB  aja ga yakin masuk 5 besar se-kabupaten. Elo yang bodohnya berpangkat mau jadi yang terbaik. Paling paling lulus aja masih kemungkinan.”
agung                     :”Memang kita dari golongan anak yang tidak mampu, tapi ingat kesempatan itu datang kepada siapapun. Kalo emang loe bisa, kenapa kita tidak bisa? Ya bisa dong. Kita kan sama-sama makan nasinya masak ga bisa sih.”
ihsan            : “Okey, kalo begitu kita bertarung siapa yang akan menjadi yang terbaik.”
Ahmad                : “Oke, gue trimu tantangan loe bertiga”
yudi                      : “Paling paling melawan mereka berdua kita tak perlu belajar pun bisa menang, benar ga ?”
della                    : “Bener, ga usah belajar paling menang”
Untuk memenangkan pertarungan ini ahmad dan Agung harus belajar dengan giat. Tetapi masalahnya mereka tidak punya uang  sama sekali. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ngamen pada siang hari  dan belajar extra pada malam harinya.
Ahmad                  :”(menyanyi)
agung                       :” Panas banget duh, gue ga kuat lagi nih”
Ahmad                  :” Tahan rud, demi mendapatkan kemenangan itu.”
agung                       : “ oke deh”
Ketika mereka sedang mengamen di sebuah rumah mewah, mereka bertemu dengan
della, ihsan dan yudi yang ternyata rumah itu adalah rumah della, anak pejabat itu.
yudi                      :” hah… ternyata memang benar tidak perlu repot repot belajar melawan kalian berdua.”
della                    :” Iya benar, kita kita aja siang siang begini mau pergi les, eh loe berdua malah ngamen di tengah jalan. Ga tau malu loe?”
yudi                     :” Ini gue punya uang 100ribu buat loe, gratis kok mumpung kita lagi baik hati? nih ( menyodorkan uang 100ribuan ke arah rudi)
agung                     : (menjulurkan tangan untuk mengambil uang tersebut)
yudi                      : Cuih (meludah tepat diatas tangan rudi). Hahahahahahahaha makan ntu ludah gue
della&ihsan: “hahahahahahahah, mampus loe, mau aja dikerjain)
agung yang dari tadi kelelahan lepas kendali, dia lalu menuju ke arah yudi dan ketika akan memukulnya ternyata mereka langsung memasuki rumah mewah itu. yudi dan teman temannya berhasil melarikan diri.
Ahmad                : “Sudahlah gung, jangan kau ambil hati. Biarlah mereka merasakan yang pernah kita rasakan sebelumnya. Sekarang gantian biarlah kita merasakan apa yang telah mereka rasakan dulu. Jadi sabar aja, oke?”
agung                     :” baiklah”
Setelah mati-matian mereka berdua mencari uang untuk membeli buku, akhirnya kesampaian juga. Mereka belajar dengan tekun tiap hari. Dan pada akhirnya mereka menjadi siswa terbaik  se-kabupaten sedangkan della, ihsan dan yudi tidak lulus ujian nasional lantaran terlalu meremehkannya.
ade                     : “Selamat ya mat? (menyalami Ahmad) selamat juga ya gung?(menyalami agung). Selamat kalian telah terpilih menjadi siswa terbaik se-kabupaten.”
Ahmad                :” Sama-sama del! Aku juga mau ngucapin trima kasih buat elo yang mau nemenin kita belajar selama ini”
agung                     :” Iya de kalo misalnya y? kita tidak punya temen seperti kamu mungkin kita ga bisa jadi yang terbaik seperti ini?”
ade                     :” Alah, jangan terlalu berlebiah namanya juga temen kita harus saling tolong menolong.”
Ahmad                :” eh.. Lil ngomong ngomong loe tau g dimana yudi, della dan ihsan.”
ade                     : “ em…. kayaknya sih tadi ada di kelas, mereka kayaknya sedih banget deh setelah tau mereka tidak lulus”
agung                     :” Syukurin… biar mereka tau rasa”
Ahmad                : “Gimana kalo kita ke mereka aja, kita hibur mereka. Kasihan mereka.”
(Sampai di kelas)
Ahmad                : “hai mam.”
ihsan            : “Wat apa loe bertiga datang ke sini? Loe mau pamer y karena uadah jadi pemenang petarungan kita atau loe mau ngolok-nglok in kita karena kita tidak lulus ujian nasional?”
Ahmad                : “Ga kok, gue d ateng ke sini  Cuma mau ngajakinloe semua makan di kantin. Habis dari tadi muka kalian murung terus sih”
yudi                      : “Emm… duh hati loe baik banget y? sory y buat kesalahan gue ke elo ma rudi. Gue khilaf duh… loe mau maafin gue kan?”
della                    : “ Gue juga mau minta maaf ya duh? ma loe gung? Loe berdua mau maafin gue kan?”
ihsan            : “sorry ya mat! Gue udah nuduh loe dengan  yang tidak tidak. Gue juga mau minta maaf atas semua salah gue ke elo?
Ahmad                : “Kita berdua mau kok maafin loe bertiga,  kita juga mau minta maaf y buat yang dulu dulu?”
yudi                      :”Iya kita udah maafin kok”
agung                     :” Kalo begitu untuk ngerayain hari ini, kita pergi ke kantin biar gue yang traktir?”
Ahmad                : “ayukkkk” ( berjalan bersam sama menuju kantin)
Akhirnya, mereka dapat hidup rukun. Walaupun sebelumnya ada pertentangan di antara mereka.

Amanat          : sebaiknya kita jangan melawan ibu kita, dan menyakitinya, karena belia lah yang menjaga kita dari kita lahr hingga dewasa.


kalau mau liat videonya, copy paste link di bawah ini..
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=9m8NPj52V-w

0 comments:

Post a Comment

"kalau ada kekeliruan komen aja dan jangan lupa follow blog ini"

 

Followers

Jam sekarang